Sang Penyair tiada surut berlaku kritis…
Sirip-sirip tangan hendak menyapa kebatilan, sejenak
Telah sadar pada aroma pemenggalan kata-kata…
Sejak lama bungkam oleh rezim, kini takut pada pemodal
Bingkainya rapuh berpenyangga kecut tanpa tiang..Biasa betul
Semakin nyata menggerogoti, tulang belulang tak lagi bikin takut…
Uang-uang telah jadi tiang nyata, hempas intuisi intelektual
Samar tiada berpola lagi, serba politik impian politis
Penyair tanpa darah, tanpa tinta mendarah daging.
Sirna mimpi bicara nasion dan ketidakadilan……..
